Eksplorasi bakat dan kemampuan anak

Perkembangan jaman dengan perkembangan teknologinya  selalu membawa perubahan-perubahan yang sangat cepat dalam segala aspek kehidupan manusia sehari-hari.

 Setiap perkembangan tentunya selalu memberi 2 dampak dalam kehidupan. Tentunya dampak tersebut adalah dampak negatif dan dampak positif.

Dampak positifnya adalah perkembangan selalu memberikan kemudahan bagi manusia sebagai contoh yang sangat nyata sekarang ini adalah perkembangan teknologi komunikasi, kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun setiap orang bisa berkomunikasi dengan menggunakan telepon genggam. Dampak negatifnya adalah orang terkadang tidak mengindahkan keselamatan sehingga sambil mengendarai kendaraanpun mereka menerima telepon sehingga sangat membahayakan keselamatan dirinya dan keselamatan orang lain. Dampak lain dari kemajuan  teknologi seringkali membuat manusia kurang bergerak.

Dalam konteks perkembangan anak, saat ini sebagian orang tua menjadi bingung karena sangat banyak teori yang mungkin satu sama lainnya saling bertentangan. Ada yang mengatakan bahwa perkembangan otak anak harus di rangsang (stimulasi) sedini mungkin tetapi di sisi lain ada yang mengatakan bahwa biarkanlah anak-anak menikmati masa kanak-kanaknya dengan bermain karena dari sisi psikologi perkembangan anak ada yang mengatakan bahwa apabila seorang anak pada saat usia anak-anaknya mereka kehilagan waktu bermain maka suatu saat pada saat mereka sudah dewasa ada memori alam bawah sadar mereka yang menginginkan masa yang hilang itu dapat kembali. Sehingga yang terjadi kemudian adalah ada orang yang berusia 30 tahun tetapi tingkah lakunya layaknya seorang anak kecil. Sebagai orang tua kita terkadang dihadapkan pada pilihan yang sulit karena notabene di sekolah-sekokah yang favorit dan sudah terkenal dengan mutunya menerapkan standar yang sangat tinggi. Ada sekolah yang menerapkan standar harus sudah bisa membaca dan menulis sebelum masuk SD, bahkan ada juga yang menambahkan harus bisa bahasa Inggris walaupun itu sebatas kosa kata. Sebagai orang tua tentunya kita menginginkan anak kita untuk mempunyai kehidupan yang lebih baik dari kita dan tentunya ini bisa dimulai dengan prestasi yang baik disekolahnya walaupun menjadi yang terbaik sekalipun bukan suatu jaminan u/kesuksesan seseorang dimasa datang. Hal ini membuat kecenderungan orang tua berlomba-lomba untuk mengajari anaknya sedini mungkin. Tidak jarang sekarang ini banyak orang tua yang sudah memberikan les kepada anak-anaknya walaupun anaknya tersebut masih berusia balita (bawah lima tahun) bahkan ada yang masih batita (bawah tiga tahun). Semakin lama orang tua tampak semakin menunjukkan ambisinya tersebut hingga lupa untuk memikirkan dampak yang ditimbulkan dari les-les yang diberikan akan menghilangkan masa bermain anak-anak kita. Disamping itu sekolah-sekolah juga semakin banyak ragamnya dimana sekarang ini ada yang dinamakan sekolah alam. Saya sendiri sebagai orang tua, dalam hal ini mengambil sikap yaitu mengajarkan anak sedini mungkin tetapi dengan tidak menghilangkan waktu anak untuk bermain. Caranya adalah dengan melakukan permainan yang didalamnya berisikan suatu pendidikan. Seperti misalnya mereka bermain game menembak warna balon berwarna yang berisikan angka dimana angka-angka tersebut adalah merupakan jawaban dari soal-soal penjumlahan, pengurangan, perkalian ataupun pembagian, sehingga secara tidak langsung anak-anak bermain tetapi mereka juga sudah belajar matematika.

Bagaimana dengan anda ?

Ditulis oleh : Martino Sitorus

Advertisements
Explore posts in the same categories: Artikel

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: