PENGACARA vs PENGACARA

Dalam sebuah situs di internet menceritakan bahwa ada seorang pengacara di Amerikat Serikat yang meng-asuransi-kan satu bungkus cerutunya. Memang cerutu ini adalah jenis cerutu yang berkualitas tinggi dan harganya mahal, sehingga pihak asuransi ini menerima saja asuransi yang diajukan oleh pengacara tersebut.

Singkat kata, karena pengacara ini adalah seorang perokok berat dan penggemar cerutu berat  maka setiap hari diisapnya cerutu itu batang demi batang sehari, sehingga dalam waktu tidak lebih dari 2 minggu maka cerutu yang diasuransikannya sudah dibakar habis.

Lalu apa yang terjadi berikutnya……?

Yang terjadi berikutnya adalah pengacara tersebut datang ke pihak asuransi dan meng-klaim bahwa barang(cerutu) yang diasuransikan telah terbakar habis dan dia menuntut pihak asuransi untuk mengganti ataupun membayar klaim yang telah disepakati oleh kedua belah pihak dalam perjanjian yang sudah ditanda tangani oleh kedua belah pihak.

Dalam hal ini pihak asuransi tersebut sangatlah geram dengan tindakan klien-nya yang sangat tidak mengenakkan tetapi pihak asuransi tersebut tidak dapat berbuat apa-apa terhadap tuntutan kliennya kecuali membayar klaim asuransinya karena memang dalam klausulnya tidak ada yang mengatakan bahwa cerutu itu tidak akan digunakan karena pihak asuransi berpikiran bahwa karena cerutu itu diasuransikan  berarti cerutu itu kemungkinan akan dijadikan benda koleksi ataupun dibuat sebagai souvenir saja oleh yang empunya.

Apakah ceritera ini berakhir begitu saja sampai disini ?

Ternyata cerita ini tidak berhenti sampai disini, memang pihak asuransi membayar lunas klaim yang diajukan oleh kliennya yang bernilai puluhan ribu dollar, tetapi pihak asuransi tersebut langsung mengambil tindakan dengan memanggil seorang pengacara yang handal dan menuntut balik si pengacara yang telah menuntut klaimnya tersebut.

Apakah dalil yang dipakai oleh pengacara dari pihak asuransi ?

Ternyata pengacara dari pihak asuransi menggunakan dalil bahwa si klien melakukan tindakan penipuan yaitu dengan sengaja membakar property yang sudah diasuransikan sehingga pihak asuransi melalui pengacaranya menuntut balik si klien untuk membayar 3 kali lipat dari nilai yang telah dibayarkan oleh pihak asuransi ini kepada kliennya dan dalam hal ini kliennya tidak berdaya dan terpaksa membayar tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh pihak asuransi tersebut.

Apakah kesimpulan yang dapat kita ambil dari kejadian ini ?

Kesimpulannya adalah :

  • Mulailah segala sesuatu dengan niat yang baik
  • Siapa yang menabur maka dia yang akan menuai
  • Kebenaran akan selalu terungkap sehingga janganlah melakukan kebohongan
Advertisements
Explore posts in the same categories: Serba-Serbi

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: