MEMBACA SAMBIL TIDURAN MENYEBABKAN RABUN JAUH

Mitos ini tidak benar. Seseorang yang sudah punya kecenderungan rabun jauh, misalnya dalam keluarga hamper semua menderita rabun jauh, meski tidak pernah membaca sambil tiduran, tetap saja berpotensi terkena rabun jauh.

Yang menjadi masalah dalam aktivitas ini adalah apabila jarak baca terlalu dekat. Seperti diketahui membaca sambil tidur biasanya membuat jarak buku dengan mata makin lama makin dekat sehingga mata dipaksa untuk terus focus dalam jarak yang tidak ideal. Tidak hanya sambil tiduran, membaca sambil duduk atau berdiri sekalipun kalau jaraknya kurang dari 12 inchi (sekitar 30 cm) membuat mata cepat lelah sehingga dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan rabun jauh.

Sumber : ensiklopedia mitos

Advertisements
Explore posts in the same categories: Mitos

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

2 Comments on “MEMBACA SAMBIL TIDURAN MENYEBABKAN RABUN JAUH”

  1. sweetcow Says:

    Tapi membaca sambil tiduran itu punya kenikmatan tersendiri, meskipun akhirnya bablas juga sampai alam mimpi…hehheee

    • martinositorus Says:

      sama dengan saya. Kalau saya itu tidak pernah tidur, yang ada adalah ketiduran doang. hiksss


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: