Motivasi untuk Prestasi Anak

Ada beberapa faktor untuk mendorong anak berprestasi, termasuk tahapan usia yang harus dilalui. Untuk membuat anak dapat berprestasi perlu dilakukan sejak dini dan kita sebagai orang tua harus mengenali karakter anak sejak dini.

Berikut tahapan-tahapan yang dilalui oleh seorang anak.

1.  Pada waktu anak usia 1-3 tahun

Untuk menumbuhkan motivasi anak, kita harus memulainya dengan memahami perkembangan psikis  anak sesuai tahapan usianya.

usia 1-2 tahun anak mengembangkan rasa ingin tahu dan sangat cepat menyerap berbagai pengetahuan baru dari lingkungannya dengan cara mengamati. Proses belajar dengan mengamati ini akan berkembang sejalan dengan pertambahan usianya.

usia 2-3 tahun umumnya emosi mereka masih labil dan mudah sekali berubah. Di satu saat ia sangat bersemangat, tapi tiba-tiba saja mogok melakukan apapun atau dari senang lalu menjadi murung. Perasaan ini muncul karena mereka ingin melakukan segala sesuatunya sendiri tanpa bantuan orang lain. Tapi dilain pihak, kemampuannya masih sangat terbatas. Jadi tidak aneh bila sikecil yang awalnya sedang asyik menggambar lalu mogok dan menangis hanya karena ia tidak bisa menggambar bentuk orang yang ia inginkan.

2. Pada waktu anak usia 4-6 Tahun

Motivasi untuk mencapai prestasi dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Motivasi intrinsik (motivasi dari dalam diri sendiri)

Keinginan dari dalam diri anak untuk tampil kompeten dan melakukan sesuatu untuk  kepentingannya sendiri. Misalnya anak belajar sungguh-sungguh karena ia merasa harus menjadi juara kelas.

2.  Motivasi ekstrinsik  (motivasi dari luar diri)

Hal ini berkaitan dengan imbalan dan hukuman. Misalnya, anak belajar dengan baik  karena ia tahu bila berhasil mencapai prestasi baik, orang tua akan memberikan sepeda baru.

Motivasi dari dalam VS motivasi dari luar

Motivasi dari dalam diri perlu dikembangkan dan faktor-faktor eksternal perlu dikendalikan.  Anak belajar untuk melengkapi dirinya tentang sebab-sebab keberhasilan dan kegagalannya, khususnya usaha yang telah dilakukan.

Pencapaian prestasi dimotivasi baik oleh faktor internal maupun eksternal.  Kebanyakan anak yang memiliki orientasi berprestasi adalah mereka yang memiliki standar pribadi tinggi untuk mencapai prestasi dan semangat berkompetisi yang juga tinggi. Yang perlu dipertimbangkan dalam mengembangkan motivasi internal adalah peran lingkungan rumah. Pengalaman yang beragam dirumah, rangsangan orangtua terhadap kemampuan dan keingintahuan anak serta dorongan yang berhubungan dengan motivasi internal anak untuk mencapai prestasi, sangat penting untuk menumbuhkan  motivasi anak.

3. Pada waktu anak usia 6-12 Tahun

Hubungan orang tua dan guru merupakan partner serasi dalam mendidik anak. Orang tua mengajarkan keterampilan pada anak dirumah sekaligus memperlihatkan minat aktif pada proses belajar anak di sekolah. Minat ini dapat  dilakukan, misalnya dengan mendiskusikan apa yang dilakukan anak di sekolah, menginformasikan kelebihan anak pada guru dan berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah anak.

 

 

 

 

 

 

Advertisements
Explore posts in the same categories: Artikel

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: